Kamis, 02 Mei 2013

KASIH SAYANG RASULULLAH KEPADA ORANG YANG TIDAK TAHU

Kasih Sayang Rasulullah Saw. kepada Orang yang Tidak Tahu

aaaahijau

Apa yang dilakukan orang paling sabar yang pernah Anda kenal saat seseorang membuang air kecil di dalam masjid? Memarahinya? Kemungkinan besar! Menegurnya dengan baik untuk tidak buang air kecil sembarangan? Bisa jadi, tetapi kemungkinannya sangat kecil!
Hal ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah Saw. Ketika itu, seorang Badui yang tidak tahu-menahu tentang hukum dan peradaban tiba-tiba datang dan langsung buang air kecil di dalam masjid.
Tindakan orang Badui itu tentu saja memancing reaksi para sahabat yang melihatnya. Sahabat Rasulullah menegur orang Badui itu dengan keras, meminta laki-laki itu menghentikan perbuatannya.
Tahukah Anda apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.? Beliau adalah orang yang paling mencintai dan menghormati masjid. Marahkah beliau ketika melihat perbuatan orang Badui itu? Apakah beliau menyuruh para sahabat segera membawa orang Badui itu ke luar dari masjid?
Ternyata tidak. Dengan tenang Rasulullah Saw. bersabda, ”Biarkan dia.”
Mendengar sabda tersebut, sahabat-sahabat beliau pun membiarkan laki-laki Badui tersebut sampai selesai buang air kecil.
Ketika orang Badui itu telah menuntaskan hajatnya, barulah Rasulullah Saw. memanggilnya dan bersabda, “Sesungguhnya masjid ini tidak boleh terkena air kencing ataupun kotoran lainnya sedikit pun. Sesungguhnya ia digunakan untuk mengingat Allah, shalat, dan membaca Al-Quran.” Setelah itu, Rasulullah memerintahkan salah seorang sahabat untuk membawa seember air. Kemudian beliau menyiramkan air tersebut ke bekas kencing orang Badui tadi. (HR Bukhari Muslim)
Demi Allah, perhatikanlah wahai kaum muslim, betapa lembutnya perlakuan beliau kepada orang yang tidak mengetahui. Beliau tidak mengusir, tidak memarahi, juga tidak menegur dengan kata-kata yang keras. Beliau menegur secara baik-baik. Beliau pun memberikan penjelasan mengapa hal tersebut tidak diperbolehkan. Jadi, bukan sekadar melarang.
Subhanallah.
Betapa kita sering lupa mengikuti teladan beliau. Betapa kita sering menegur dengan keras dan melarang tanpa memberi penjelasan secara gamblang. Menyalahkan tanpa memberitahu letak kesalahan.
”Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiyaa’ [21] : 107)
 @arifrahmanlubis dari buku “Keajaiban Cinta Rasul”  l

TANGISAN SEPANJANG MALAM

aaasujud

Menangis adalah sebuah reaksi emosi yang wajar. Umumnya, perempuan lebih mudah dan lebih sering menangis daripada laki-laki. Masyarakat umumnya menuntut laki-laki agar kuat dan tegar, salah satu bentuknya adalah dengan tidak menangis. Jika seorang laki-laki kedapatan sedang menangis, cibiran dan cemoohan pun akan tertuju padanya. “Kamu itu laki-laki, jangan nangis seperti perempuan!”
Laki-laki memang harus kuat, tetapi bukan berarti tak boleh menangis. Menangislah ketika mengingat Allah. Menangislah ketika menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat. Menangislah….
Pernah suatu ketika Rasulullah Saw. menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun? Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut.
Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliaumembaca Al-Quran Surah Al-Ma’idah  ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita.
Beliau shalat sambil menangis hingga waktu subuh tiba. Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut. “Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, “Ya Allah, umatku … umatku ….”
Lalu beliau menangis tersedu-sedu.
Allah Ta’ala berkata kepada Jibril, “Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”
Jibril pun menemui Rasulullah Saw. untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis. Rasulullah Saw. berterus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau. Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah.
Allah menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya.” (HR Muslim dan Ath-Thabari)
Rasulullah Saw., manusia mulia itu, laki-laki agung itu, menangis dalam shalatnya. Menangis memohon ampunan untuk umatnya, kita. Subhanallah. Sungguh besar cinta Rasulullah Saw. pada kita. Bagaimana dengan kita? Menangiskah kita ketika mengingat Allah dan Rasul-Nya?
 @arifrahmanlubis dari buku “Keajaiban Cinta Rasul”  l

PANORAMA ALAM KURIPAN